kacamatapecah

RSS

Posts tagged with "friends"

Kamu harus cepet punya pacar sen!

-

Faritsi Nurul Tsani

Oke, straight to the point banget lah ini -______-

Jan 7
having super-fun. thank you :)

having super-fun. thank you :)

Saya dan Tiga

Barusan saya baca postingan Aulia Fatwa (aka Bukos -saya ga tau kenapa bisa dipanggil demikian-) TERIMAKASIH BELITUNG DELAPAN. Saya juga pernah menulis postingan serupa di note FB, jadi saya pengen bikin lagi di tumblr. Mungkin tulisan saya -mungkin- agak sedikit co-pas dari tumblrnya Bukos, minta izin yaa.

Oke, awalnya saya “tidak kenal” dengan yang namanya SMAN 3 Bandung itu kayak apa sih. Dan waktu kecil, waktu saya mengunjungi Taman Lalu Lintas, saya tidak tau kalau sekolah yang akan menjadi sekolah saya di kemudian hari ini terletak tak jauh dari Taman Lalu Lintas. Tak sedikitpun niatan masuk ke SMAN 3 terlintas di pikiran saya. Tapi memasuki akhir masa kelas 3 SMP, ketika saya mulai mengenal yang namanya internet (lebay), saya mulai mengenal SMAN 3 Bandung lewat websitenya. Saya langsung berkata dalam hati

“saya ingin sekolah di sana”

Semakin hari, keinginan untuk melanjutkan sekolah di SMA terbaik di Bandung (kata guru-guru di SMP saya sih begitu) itu semakin besar. Dan akhirnya saya memutuskan, saya akan bersekolah disana. Ada pengalaman menarik, waktu kelas 3 ikut lomba cepat tepat di SMA favorit di Garut (karena maksimal timnya 3 orang, dan yang lolos dari SMP saya 4 orang, maka saya jadi cadangan). Ada panitia lomba -yang notabene siswa SMA tersebut- bertanya kepada para cadangan yang menunggu diluar ruangan lomba. “Kalian nanti mau masuk SMA mana?” dan hampir semua orang yang ada disana masing-masing menjawab “Saya ingin masuk SMAN 1 Tarogong Kidul (sekarang : SMAN 1 Garut)”. Tapi saya tidak, dengan rasa bangga dan sedikit belagu, saya menjawab

“Saya ingin masuk SMAN 3 Bandung”

Singkat cerita, hasil UN sudah diumumkan. Alhamdulillah, NEM saya cukup bagus. Dari sekolah saya ada 3 orang termasuk saya yang mendaftar ke SMAN 3 Bandung. Saya pun daftar di hari pertama pendaftaran, mungkin bisa dibilang nekat. Karena biasanya siswa dari luar kota mendaftar pas hari-hari terakhir biar tau passing gradenya berapa. Karena kuota siswa luar kota, nama saya sempat terdampar di sekolah lain. Namun atas izin Allah, saya resmi menjadi Siswa SMAN 3 Bandung angkatan 2010. Tapi sayang, 2 teman saya yang lain tidak lolos. Jadilah saya terdampar seorang diri di Jalan Belitung 8 tanpa ada seorang pun yang saya kenal. Dan saya percaya, bahwa kekuatan mental mengalahkan fisik. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.

PLiST 2007, atau di sekolah lain disebut MOS. Saya mulai mengenal beberapa orang di gugus 9. Saya tidak menyesal mengikuti PLiST. Saya bersukur malah. Terima kasih telah membantu membentuk pondasi karakter saya di Tiga.

Semester pertama di kelas X, saya masih sulit beradaptasi dengan pelajaran SMA. Nilai saya masih ancur. Saya juga mengenal lebih banyak teman di kelas ini, X4 atau m4sterpiece. Saya pun mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan SMAN 3. Saya mengenal Alfian Ramadhan, yang kemudian masuk kelas akselerasi, sebagai orang pertama yang saya kenal di X4. Lalu saya mengenal Ito Nurarief, teman sebangku saya selama di X4, dan karena mengikuti Ito pula lah saya ikut eskul Keluarga Paduan Angklung 3 (KPA3) yang kemudian menjadi keluarga kedua saya. KPA 3 bukan sekedar eskul, bagi saya KPA3 itu keluarga, tempat bimbel, situs jejaring sosial, konsultan psikologi, biro jodoh, klinik kesehatan, event organizer, perpustakaan, tempat rekreasi, dan bagian miniatur terkecil dari sebuah kehidupan, dunia SMAN 3 Bandung.

Kelas XI, saya beruntung masih bisa merasakan masuk kelas IPA melalui placement test. Saya ingat, Kang Endro pernah bilang gini “Kalian di kelas XI harus milih, mau belajar atau mau main? Kalau belajar, kalian harus bener-bener belajar. Kalau main, ya main. Jangan setengah-setengah.” (kurang lebih seperti itu). Saya pun melewati masa kelas 2 yang penuh suka dan duka bersama kelas 2 IPA 7, dan dengan teman yang baru pula. Guru-guru yang zonk, godaan eskul yang semakin menggila, berkurangnya tekanan untuk belajar menjadikan masa kelas 2 masa yang edan!

Kelas XII, tahun terakhir kami bersekolah di Tiga. Melewati masa satu tahun lagi dengan kelas yang sama. Saya sadar, nasib saya ditentukan di kelas XII. Mau melajutkan kuliah kemana? Mau jadi apa saya kedepannya? Dalam hitungan hari,  saya akan berjuang bersama dengan teman-teman angkatan 2010 mengadapi ujian besar. Saya pikir, kita -2010- berjalan di jalan yang sama. Namun di depan kita telah menanti jalan yang bercabang, bukan lagi perempatan tapi per-empat ratus lima puluh-an jalan. Setiap jalan di persimpangan itu akan membawa kita menyusuri jalan hidup masing-masing. Dan jalan di persimpangan itu juga akan membawa kita ke jalan yang sama lagi di masa yang akan datang.

Saya bersyukur, ternyata saya adalah salah satu dari sekian banyak orang-orang terpilih yang beruntung bisa menginjakan kaki, menghabiskan masa 3 tahunnya di sebuah Kawah Candradimuka, SMA Negeri 3 Bandung,  bersama teman-teman yang super hebat! Alhamdulillah.

Saya juga sadar, saya mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga  di SMAN 3 Bandung (yang tidak semua orang bisa mendapatkannya di sekolah lain). Apa jadinya kalau Allah tidak memberikan saya kesempatan untuk sekolah di SMAN 3. Mungkin saya tidak akan pernah mengetahui AFS (walaupun saya tidak lolos, tapi saya bersyukur bisa mengikuti tesnya), mungkin saya tidak akan bertemu teman-teman  sehebat teman-teman saya sekarang -Saya (cinta) 2010-, mungkin saya akan kebingungan memilih tujuan hidup saya, mungkin saya akan bingung mau kuliah dimana, mungkin saya bisa masuk 3 besar jika saya sekolah di SMA lain, mungkin saya tidak akan mendapat nilai 52 di raport untuk pelajaran fisika, mungkin saya akan menjadi alay jika saya tidak sekolah di Tiga, mungkin saya tidak akan pernah tau bagaimana bermain angklung, mungkin, mungkin, dan mungkin. Semua kemungkinan bisa terjadi kalau saya tidak diberi kesempatan untuk sekolah di SMAN 3 Bandung, dan saya sangat bersyukur karenanya.

Terima Kasih 2010, Terima Kasih Belitung Delapan!